Tips Memilih Bahan Baju Jurusan SMK yang Nyaman dan Awet

Memasuki tahun ajaran baru, salah satu hal yang paling dinantikan siswa SMK adalah memiliki baju jurusan. Seragam ini bukan sekadar identitas, tapi juga pakaian “tempur” yang akan digunakan untuk praktik di laboratorium, bengkel, atau lapangan. Oleh karena itu, memilih bahan atau bakal kain tidak boleh sembarangan.

Jika Anda salah memilih bahan, baju bisa terasa panas, kaku, atau bahkan cepat robek. Berikut adalah panduan lengkap tips memilih bakal baju untuk baju jurusan SMK agar tetap keren dan fungsional.


1. Kenali Karakteristik Jurusan Anda

Langkah pertama dalam memilih bahan adalah menyesuaikan dengan aktivitas harian jurusan. Setiap jurusan memiliki kebutuhan yang berbeda:

  • Jurusan Teknik (Otomotif, Bangunan, Mesin): Membutuhkan bahan yang tebal, kuat, dan tahan gesekan.

  • Jurusan Kesehatan atau Pariwisata: Lebih cocok menggunakan bahan yang halus, rapi, dan memberikan kesan profesional.

  • Jurusan Komputer (RPL, TKJ): Membutuhkan bahan yang menyerap keringat karena biasanya berada di ruang tertutup atau ber-AC dalam waktu lama.

2. Pilih Bahan Drill untuk Ketahanan Maksimal

Kain jenis Drill adalah pilihan paling populer untuk baju jurusan SMK (seragam Wearpack atau PDL). Ada beberapa tingkatan kain drill yang bisa Anda pertimbangkan:

  • American Drill: Memiliki serat yang lebih halus dan sangat populer karena harganya terjangkau namun tetap awet.

  • Japan Drill: Lebih tebal dan kuat dibanding American Drill. Kandungan katunnya lebih banyak sehingga lebih adem saat digunakan praktik lapangan.

  • Taipan Drill: Pilihan premium yang memberikan kesan mewah, sangat rapi, dan sering digunakan untuk seragam instansi pemerintah.

3. Perhatikan Kemampuan Menyerap Keringat

Kegiatan praktik SMK seringkali melibatkan aktivitas fisik. Pastikan bahan yang Anda pilih memiliki campuran serat katun yang cukup. Bahan yang terlalu banyak mengandung poliester cenderung panas dan membuat kulit mudah iritasi saat berkeringat.

Tips: Cara mengeceknya cukup mudah, raba permukaan kain. Jika terasa dingin dan lembut di kulit, biasanya kandungan katunnya tinggi.

4. Pertimbangkan Kelenturan dan Ketebalan Kain

Baju jurusan tidak boleh membatasi gerak. Untuk siswa yang banyak bergerak di bengkel, pilihlah kain yang memiliki sedikit fleksibilitas namun tetap tebal (tidak menerawang). Kain yang terlalu tipis akan berbahaya jika terkena percikan api atau benda tajam saat praktik.

5. Pilih Warna yang Tidak Mudah Pudar

Baju jurusan akan sering dicuci karena sering terkena debu, oli, atau bahan kimia. Pastikan Anda memilih kain berkualitas yang warnanya tidak mudah luntur. Pilihlah warna-warna identitas jurusan yang tegas, seperti biru tua, abu-abu, atau merah marun, yang biasanya lebih tahan lama dibanding warna-warna pastel.


Kesimpulan

Memilih bahan baju jurusan SMK adalah investasi untuk kenyamanan belajar selama tiga tahun. Dengan memilih jenis kain seperti Japan Drill atau American Drill, Anda sudah memastikan seragam tersebut akan kuat dipakai bertahun-tahun. Pastikan juga ukuran yang dipesan sedikit lebih longgar agar tetap nyaman saat digunakan bergerak aktif.